Sabtu, 25 Februari 2012

Pengertian Konsep Diri

            Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah Konsep Diri. Pada kali ini saya akan menjabarkan bagaimana pentingnya konsep diri dalam kehidupan. Sebelumnya apa sih konsep diri itu? Jenis-jenis Konsep Diri itu apa saja?
           Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Para ahli psikologi kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsi dari konsep diri, sehingga terdapat beberapa pengertian.
          Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan.
           Perasaan individu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan yang ia miliki. Padahal segala keberhasilan banyak bergantung kepada cara individu memandang kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk diselesaikan.
           Sebaliknya pandangan positif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan seseorang individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang mudah untuk diselesaikan. Konsep diri terbentuk dan dapat berubah karena interaksi dengan lingkungannya.

Pengertian Konsep Diri

          Beberapa ahli merumuskan definisi konsep diri, menurut Burns (1993:vi) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu (Mulyana, 2000:7).
           Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa konsep diri yang dimiliki individu dapat diketahui lewat informasi, pendapat, penilaian atau evaliasi dari orang lain mengenai dirinya. Individu akan mengetahui dirinya cantik, pandai, atau ramah jika ada informasi dari orang lain mengenai dirinya.
           Sebaliknya individu tidak tahu bagaimana ia dihadapkan orang lain tanpa ada informasi atau masukan dari lingkungan maupun orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung individu telah menilai dirinya sendiri. Penilaian terhadap diri sendiri itu meliputi watak dirinya, orang lain dapat menghargai dirinya atau tidak, dirinya termasuk orang yang berpenampilan menarik, cantik atau tidak.
          Seperti yang dikemukakan Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.
          Menurut William D. Brooks bahwa pengertian konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita (Rakhmat, 2005:105). Sedangkan Centi (1993:9) mengemukakan konsep diri (self-concept) tidak lain tidak bukan adalah gagasan tentang diri sendiri, konsep diri terdiri dari bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana kita harapkan.
         Konsep dirididefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu (Rini, 2002:http:/www.e-psikologi.com/dewa/160502.htm).
         Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.
          Dari beberapa pendapat dari para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya.

Pengertian Konsep Diri dan Faktor- faktor Yang Mempengaruhi

            Pengertian Konsep Diri – Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Sedangkan menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual , sosial dan spiritual.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri
         Menurut Stuart dan Sudeen ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Faktor-foktor tersebut terdiri dari teori perkembangan, Significant Other (orang yang terpenting atau yang terdekat) dan Self Perception (persepsi diri sendiri), untuk lebih jelasnya mari kita baca lebih lanjut tentang “Faktor yang mempengaruhi Konsep Diri” berikut ini:

Diwarta
1. Teori perkembangan
         Konsep diri belum ada waktu lahir, kemudian berkembang secara bertahap sejak lahir seperti mulai mengenal dan membedakan dirinya dan orang lain. Dalam melakukan kegiatannya memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau pengenalan tubuh, nama panggilan, pangalaman budaya dan hubungan interpersonal, kemampuan pada area tertentu yang dinilai oleh diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata.

2. Significant Other (orang yang terpenting atau yang terdekat)
          Dimana konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri merupakan interprestasi diri pandangan orang lain terhadap diri, anak sangat dipengaruhi orang yang dekat, remaja dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup, pengaruh budaya dan sosialisasi.

3. Self Perception (persepsi diri sendiri)
            Yaitu persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya, serta persepsi individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu. Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep merupakan aspek yang kritikal dan dasar dari prilaku individu. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu.
Menurut Stuart dan Sundeen Penilaian tentang konsep diri dapat di lihat berdasarkan rentang rentang respon konsep diri yaitu:

Gambar Rentang Respon Adaptif
Gambar Rentang Respon Adaptif

Ciri-Ciri Keluarga Harmonis dan Tips Keluarga Harmonis

     Siapa yang tak ingin menciptakan keluarga harmonis begitu melewati gerbang pernikahan? Anda pun pasti termasuk orang yang mendambakan hal ini. Untuk menciptakan keharmonisan keluarga tidaklah sulit selama Anda dan pasangan selalu bekerja sama.
     Keluarga harmonis bukanlah keluarga sempurna yang pasti tidak pernah mengalami masalah. Keluarga harmonis adalah keluarga yang selalu rukun karena masing-masing pasangan menerapkan tanggung jawab secara baik. Setiap permasalahan rumah tangga yang datang pun pasti bisa diselesaikan dengan baik.
Ciri-Ciri Keluarga Harmonis
Anda ingin tahu bagaimana ciri keluarga harmonis?
• Pasangan suami istri yang harmonis selalu memiliki persamaan visi dan misi.
• Pasangan suami istri sering terlihat berdua. Misalanya saat harus datang ke suatu acara penting.
• Hampir tak pernah ada perselisihan. Kalaupun ada, semua teratasi dengan baik.
Itu beberapa ciri keluarga harmonis, dimana selalu terjadi keselarasan dan keseimbangan antara suami dan istri.
Tips Menciptakan Keluarga Harmonis

 • Hal yang harus Anda lakukan saat hidup dengan pasangan adalah menerima segala kekurangannya. Rasa   “menerima” ini akan memudahkan Anda untuk tidak mudah sebal atau kesal di kemudian hari.
• Hargai dan hormati pasangan Anda dalam hal apapun. Misalnya dalam beradu pendapat, hargai pasangan Anda tanpa menuduh bahwa pendapatnya adalah salah.
• Setiap orang pasti punya tanggung jawab, begitu pula dengan suami istri. Lakukan kewajiban Anda dengan baik sehingga tercipta keluarga harmonis.
• Komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan keluarga harmonis. Sering-seringlah mengobrol dengan pasangan untuk mempererat ikatan atau kontak batin Anda dengan pasangan.
Selalu terbuka pada pasangan merupakan kunci keharmonisan keluarga. Bila ada masalah atau ada hal yang tak berkenan, ungkapkan pada pasangan dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan salah paham.
• Banyak-banyaklah meluangkan waktu bersama pasangan atau keluarga. Tak peduli sesibuk apapun Anda dalam hal pekerjaan, keluarga adalah hal nomor satu dalam berumah tangga.
• Bangun suasana romantis di antara Anda dan pasangan. Suasana ini bisa diciptakan lewat hal-hal kecil, misalnya suami memberi kejutan dengan memasakkan makan malam, atau  selalu memberi kecupan di saat istri baru bangun pagi. Hal-hal kecil yang rutin dilakukan umumnya lebih mempererat hubungan.
• Bila perselisihan terjadi, redamlah rasa ego Anda agar masalah tidak semakin meruncing dan bisa berakibat buruk bagi rumah tangga Anda. Bila pasangan sulit mengalah, Anda lah yang harus mengambil peran.
Dinginkan kepala, mengalah, lalu cobalah meminta maaf karena mungkin Anda melakukan kesalahan hingga terjadi perselisihan. Jangan ragu untuk meminta maaf, karena biasanya emosi seseorang akan menurun begitu pasangannya meminta maaf.
Bila emosi kedua belah pihak sudah turun, tentu akan lebih mudah untuk saling bicara dan mencari solusi.
• Tak hanya meminta maaf, Anda pun harus bisa memaafkan. Bila pasangan meminta maaf, Anda tak punya alasan untuk menolaknya. Saling maaf-memaafkan adalah hal penting untuk menciptakan keluarga harmonis.
• Setiap pasangan memang memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. Misalnya, suami punya kewajiban untuk bekerja dan istri punya tugas untuk mengurus rumah. Namun, pengkotak-kotakan tugas ini tidaklah mutlak.
      Sesekali bantulah pasangan Anda. Bila tidak bisa, Anda cukup menemaninya. Misal, istri menemani suami yang sedang sibuk menyelesaikan tugas kantor di rumah, siapkan minuman atau makanan kesukaannya.
Begitu pula dengan suami. Suami bisa membantu pekerjaan rumah tangga, misalnya mencuci piring atau sekedar menemani istri memasak.
Itu adalah beberapa tips yang bisa Anda coba terapkan untuk menciptakan keluarga harmonis. Tidak terlalu susah mewujudkannya, asal selalu ada rasa toleransi antar pasangan, keluarga harmonis pun bukan lagi sekedar impian.

Terbit Lapak

Lapak

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by dyan123 - Premium Blogger Themes | cheap international calls