Senin, 10 Juni 2013

Iman Kepada Rasul - Rasul Allah


Timur Tengah merupakan tempat diutusnya para Nabi
Beriman kepada rasul merupakan rukun iman yang keempat. Para rasul diberikan wahyu agar disampaikan kepada manusia. Mengapa Allah memberikan wahyu kepada nabi dan rasul? Manusia perlu diberi ajaran dan tuntunan agar hidupnya baik dan benar. Manusia akan mengenal jalan yang lurus berdasarkan wahyu guna membangun masyarakat yang baik.
Jadi pengertian iman kepada rasul Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah  benar-benar mengutus para rasul yang diberi wahyu untuk membimbing umatnya ke jalan yang lurus untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Mengimani rasul hukumnya wajib bagi setiap mukmin. Kita harus memercayainya dan meyakininya. Di dalam memercayai rasul kita harus memerhatika dua hal berikut.

1. Tidak boleh membedakan antara nabi yang satu dengan nabi yang lainnya.
Kita wajib mengimani bahwa keseluruhan nabi dan rasul Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an benar-benar utusan Allah swt serta menyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir sampai hari kiamat nanti.
Semua rasul itu saling membenarkan, sehingga kita tidak boleh membeda-bedakan. Semuanya mengajarkan tauhid yang mengesakan Allah swt. Firman Allah dalam Surah An-Nisa’ ayat 165 yang berbunyi:
165. Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

2. Mengikuti ajarannya dengan sepenuh hati.
Allah mengutus nabi-nabi terdahulu hanya untuk kaumnya saja, hanya Nabi Muhammad saw yang diutus untuk semua bangsa. Jadi kita wajib mempercayai, menaati, meneladani serta mengamalkan seluruh apa saja yang diperintahkan oleh rasul Allah. Menaati rasul, berarti menaati Allah swt. Firman Allah swt.

80. Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.

Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.

 
 
Nama-nama Rasul dan tempat kerasulannya :

 
 
 
Ka'bah di Masjidil Haram ini dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan Ismail
Allah
menyebutkan nama-nama Rasul di dalam Al-Qur'an sejumlah 25 rasul. Pada surah Al-An'am disebutkan sejumlah 18 rasul, sedangkan di dalam surah Sad disebutkan sejumlah 7 rasul. Kisah para rasul ada yang diceritakan oleh Allah, dan ada pula yang tidak diceritakan. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Mu'min 78
Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. (Q.S. Al-Mu'min 78)
Para rasul yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur'an adalah sbb.
No Nama Nabi dan Rasul Tempat Kerasulan
1 Adam  a.s. di negeri Arab (Mekah)
2 Idris  a.s. di negeri Irak
3 Nuh  a.s. di negeri Irak
4 Hud  a.s. di negeri Arab (Yaman)
5 Salih  a.s. di negeri Arab (Hijaz)
6 Ibrahim  a.s. di negeri Palestina dan Mekah
7 Ismail  a.s. di negeri Mekah
8 Luth  a.s. di negeri Arab (Sodom Mesopotamia)
9 Ishaq  a.s. di negeri Palestina
10 Ya’kub a.s. di negeri Mesir
11 Yusuf a.s. di negeri Mesir
12 Syu’aib a.s. di negeri Palestina
13 Ayub a.s. di negeri Mesir
14 Zulkifli a.s. di negeri Palestina
15 Musa a.s. di negeri Mesir, Madyan / Israil
16 Harun a.s. di negeri Mesir, Madyan / Israil
17 Dawud a.s. di negeri Meir / Israil
18 Sulaiman a.s. di negeri Israil
19 Ilyas a. s. di negeri Israil
20 Ilyasa’ a.s. di negeri Israil
21 Yunus a.s. di negeri Babilonia
22 Zakaria a.s. di negeri Israil
23 Yahya a.s. di negeri Israil
24 Isa a.s. di negeri Israil
25 Muhammad saw. di negeri Mekah


Para rasul mempunyai sifat wajib dan sifat mustahil. Sifat-sifat wajib para rasul sebagai berikut.

1. Sidik, artinya benar atau jujur.
Allah swt. berfirman dalam Surah Maryam 41 dan 56
41.       Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.
56.       Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,


2. Amanah, artinya dapat dipercaya.
3. Tablig, artinya menyampaikan
4. Fatanah, artinya cerdas. Rasul bersifat cerdas, bijaksana dalam segala hal


Simak ayat Al-Qur'an Surah Asy-Syu'ara' ayat 107, 125, 143, 162, 178
107.     Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

Para rasul menyampaikan wahyu dari Allah kepada umatnya. Perhatikan ayat Al-Qur'an dalam Surah Yasin 17 berikut.
17. Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas

Kebalikan dari sifat wajib tersebut, adalah sifat mustahul, yang berjumlah empat, yaitu

1. Kazib, berarti dusta,

2. Khianat berarti tidak dapat dipercaya

3. Kitman berarti menyembunyikan

4. Baladah, berarti bodoh.


Selain sifat wajib dan sifat mustahil, para rasul juga memiliki sifat jaiz sebagaimana manusia biasa. Sifat-sfiat tersebut antara lain, makan, minum, tidur, menikah, sedih gembira, sakit dan sebagainya. Sekalipun sifat-sifat jais tersebut melekat pada diri rasul, namun tidak mengurangi martabat kerasulannya. Bagaimana pun, para rasul adalah seperti manusia pada umumnya

110.  Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

0 komentar:

Posting Komentar

Terbit Lapak

Lapak

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by dyan123 - Premium Blogger Themes | cheap international calls